PADA SUATU HARI

Rabu, 02 Desember 2020

PENDONGENG TANGSEL

Siapa di antara teman-teman yang suka membaca kisah dongeng?

Dongeng merupakan salah satu jenis cerita fiksi, teman-teman.

Ada lima jenis dongeng yang sering kita temui, yaitu fabel, legenda, sage, mitos, dan parable.

Tahukah kamu? Membaca dongeng ternyata banyak manfaatnya untuk anak-anak seperti kita, lo!

Selain melatih imajinasi kita, apa saja manfaat membaca dongeng bagi anak-anak, ya?

Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis

Menurut The Tutoring Center Auburn, California, membaca dongeng bisa membantu anak-anak berpikir kritis.

Sebabnya, saat membaca cerita dongeng, kita mengikuti perjalanan karakter dalam dongeng itu. Kita juga bisa memikirkan apakah kita akan melakukan hal yang sama, seperti yang dilakukan karakter dalam dongeng itu.

Kita juga bisa belajar melihat hal-hal di luar penampilan seseorang dari berbagai cerita dongeng.

Banyak keputusan yang diambil oleh karakter dalam dongeng yang bisa kita ketahui, sehingga kita jadi tahu bahwa sebelum bertindak harus dipikirkan dengan matang dulu.


Membedakan Baik dan Buruk

Dalam kisah dongeng, biasanya di awal cerita kita mengenal tokoh yang sikapnya baik dan ada yang sikapnya buruk.

Kita bisa mengenali tokoh baik dan buruk dari sikapnya dalam cerita.

Kemudian, kita juga mencontoh sikap tokoh yang baik, dan pelajaran yang bisa dipetik dari tokoh yang bersikap buruk dalam cerita.

Berani Menghadapi Tantangan

Dalam kisah dongeng, karakternya pasti menemukan masalah yang berbeda-beda.

Kita bisa mengetahui bahwa kadang-kadang kita akan menghadapi masalah serta terinspirasi dari bagaimana para tokoh menghadapi dan menyelesaikan masalahnya.

Kita juga jadi bersemangat deh, karena jika karakter dalam cerita bisa menghadapi tantangan, kita juga bisa menghadapinya.

Beberapa kisah juga mencontohkan bahwa kita bisa meminta bantuan jika diperlukan, sehingga bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Minggu, 23 Agustus 2020

Dongeng virtual kak Tardi

Selama masa pendemi karena covid  19 banyak sekali permintaan dongeng dengan virtual dengan program zoom.saya kira dengan program ini anak - anak agak susah dalam hal duduk tenang untuk mendengarkan sebuah cerita karena keterbatasan audio dan gambar terkadang sinyal yang naik turun.
Ternyata aktivitas virtual ini tidak kalah serunya dibandingkan saya ketemu langsung dengan anak - anak,
Buat temen - temen pendongeng pesen saya adalah dalam mendongeng virtual ini gunakanlah alat peraga yang menarik karena dengan alat peraga yang menarik anak anak paling tidak ada ketertarikan dengan alat peraga akhirnya termotivasi bisa duduk tenang untuk mendengarkan sebuah cerita..
Alat peraga tidak harus boneka ya tentunya banyak sekali yang bisa kita manfaatkan seperti bahan bekas,balon maupun dengan alat peraga SULAP, Sesuatu yang baru biasanya ketertarikan anak anak lebih dapet

Sabtu, 28 Maret 2020

Dongeng anak Sang Pemburu

Pada zaman dahulu, ada seorang pemburu yang bernama Sangi. Ia tinggal di daerah aliran Sungai Mahoroi, anak Sungai Kahayan.
Suatu hari, Sangi pergi berburu. Namun sampai sakit, ia tidak mendapatkan buruan. Ia menolak untuk beristirahat di sungai. Sesampainya di pinggir hutan, ia melihat jejak kaki babi hutan. Sangi mengikut jejak itu. Tak berapa lama, ia melihat babi hutan berada di mulut pergi naga.
Sangi ketakutan dan bersembunyi di balik semak. Namun, naga itu melihat Sangi. Dalam sekejap, sang Naga berubah menjadi pemuda tampan.
Kumpulan Cerita Dongeng Pendek Indonesia

Pemuda itu menghampiri Sangi. "Hei, kamu tidak perlu mengintip naga yang sedang menerima mangsanya! Telan babi hutan itu!"
Karena menantang, Senang mencoba babi hutan. Ajaib, Sangi mampu babi hutan ini, seolah ia naga. Rupanya, ia meminta kutukan karena melihat sang Naga sedang makan. Sangi menjadi awet muda.
Cerita singkat, 150 tahun sudah berlalu. Seluruh kerabat Sangi heran karena ia awet muda. Ia pun membeberkan rahasianya. Mengubah, ia berubah menjadi naga. Sangi sedih, kemudian pergi ke Sungai Kahayan. Sejak itu, ia menjadi penjaga Sungai Kahayan.

Dongeng Anak " Buah dari Kesabaran"

Di suatu hari, di tengah sungai. Dia sedang berpikir, bagaimana cara sampai ke seberang sungai. Menurut kabar, di seberang sungai terdapat banyak sekali makanan. Sementara di hutan tempat Rusa tinggal, makanan telah habis.
Cerita Dongeng Cerita Buah dari Kesabaran
Cerita Dongeng Cerita Buah dari Kesabaran
Rusa sangat ingin menyeberang. Tapi, berisiko kccil. Jika ia tetap terhubung dengan berenang, bisa-bisa malah malah tenggelam.
Tiba-tiba dari Arah belakang, muncul Kerbau yang berlari sangat kencang. Tapi, ia langsung berhenti begitu melihat Rusa yang sedang termangu.
"Hei, Rusa. Apa yang kamu tunggu? Di seberang sana ada banyak makanan. Aku sudah sangat lapar," ucap Kerbau, sambil menunggu.
"Aku masih bingung, bagaimana cara sampai ke seberang sana," jawab Rusa.
"Hahaha. Buat apa bingung? Tinggal diseberang saja," ucap Kerbau, menggampangkan.
Belum sempat Rusa membalas perkatnan Kerbau, Kerbau sudah lolos masuk ke dalam sungai. Rupanya Kerbau sudah sangat disetujui. Ia pun berpikir, berusaha yang besar tidak akan berhasil mengapung. Namun, apa yang terjadi?
Terjadi! Tiba-tiba Buaya muncul, dan langsung menerkam Kerbau. Kerbau pun tak bisa menghindar. Sebenarnya Buaya mengincar Rusa, tapi Rusa tak kunjung menyeberang. Beruntung, ada Kerbau yang tidak sabar dan bersemangat-buru menyeberang.
Rusa pun berlari kesulitan. Ia mencari aliran sungai yang berbaring. Sesampainya di pinggir sungai lain, Ia berpikir lagi. Lalu dari Arah belakang, muncul Kelinci yang berlari sangat kencang.
"Hai, Rusa. Kenapa Kamu termenung?" tanya Kelinci,
"Aku masih belum bisa menemukan cara menemukanang sungal," jawab Rusa.
"Tinggal berenang saja ke seberang," Kelinci, kemudian menceburkan dirinya ke sungai.
Apa yang terjadi? Olala, tubuh Kellnci terbawa arus sungai. Ia pun hilang hilangutuh terbawa arus sungai yang deras.
Rusa terus berfikir. Tak lama kemudian, ia menemukan pohon pisang yang telah mati. Dengan sangat hati-hati, Rusa membentangkan pohon itu di atas sungai.
Aha! Adalah jembatan pohon pisang. Rusa langsung melintasi jembatan tersebut. Akhirnya, Rusa bisa sampai di seberang sungai dengan selamat, dia bisa makan sepuasnya di sana.
Itulah hasil dari kesabaran Rusa. Jika saja ia mau menerima seperti Kerbau dan Kelinci, mungkin ia takkan bisa sampai di seberang dengan selamat.
Pesan moral dari Cerita Dongeng: Buah dari Kesabaran adalah kawan, orang sabar itu disayang Tuhan. Orang yang sabar akan mendapatkan hasil yang sepadan.

Senin, 17 Juni 2019

Badut Bintaro

Jasa Penyewaan badut ultah murah-meriah, aneka paket hiburan untuk meriahkan PESTA ANDA

Bertempat tinggal didaerah bintaro sektor 1
Mempunyai banyak team pemain badut, menyediakan segala macam paket hiburan dengan costum badut terbaru(tidak dekil. (selalu mengikuti perkembangan zaman didalam dunia anak saat ini).

Sudah berpengalaman menangani pesta besar maupun kecil dari kalangan bawah sampai pejabat atas sudah menghiburnya.mempunyai contoh foto album yg telah diselenggarakan.berusaha untuk dapat membuat consumen yg memakai jasa kami puas terhibur.keberhasilan acara merupakan motto dari kami.


Selain Badut Kami juga menyediakan jasa:
1.MC Ultah
2.Pendongeng
3.Sulap
4.Dekorasi Balon
5.Permainan Magic Balon

Untuk mendokumentasikan acara kami juga menyiapkan 
1.Video Shooting
2.Foto Grafer
SEGERA MERIAHKAN EVENT ULTAH ANAK ANDA BERSAMA KAMI BADUT BINTARO
TLP,SMS,WA 087808884513 Kak Tardi















Selasa, 25 September 2018

Dongeng Anak ( CINDERELA )

Di sebuah kerajaan, ada seorang anak
perempuan yang cantik dan baik hati. Ia
tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya,
karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di
rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan
seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak
dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh
ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat
memanggilnya "Cinderela". Cinderela artinya
gadis yang kotor dan penuh dengan debu.
"Nama yang cocok buatmu !" kata mereka.
Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang
menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. "Asyik… kita akan pergi
dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti
akan gembira", kata mereka. Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri
Cinderela mulai berdandan dengan gembira. Cinderela sangat sedih sebab
ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. "Baju
pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?",
kata kakak Cinderela.
Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderela
kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeraskerasnya
karena hatinya sangat kesal. "Aku
tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor
seperti ini, tapi aku ingin pergi.." Tidak berapa
lama terdengar sebuah suara. "Cinderela,
berhentilah menangis." Ketika Cinderela
berbalik, ia melihat seorang peri. Peri
tersenyum dengan ramah. "Cinderela bawalah
empat ekor tikus dan dua ekor kadal." Setelah
semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal
tersebut ke kebun labu di halaman belakang. "Sim salabim!" sambil
menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah
menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang
sais. Yang terakhir, Cinderela berubah menjadi Putri yang cantik, dengan
memakai gaun yang sangat indah.
Karena gembiranya, Cinderela mulai menari berputar-putar dengan
sepatu kacanya seperti kupu-kupu. Peri berkata,"Cinderela, pengaruh
sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti.
Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam. "Ya Nek.
Terimakasih," jawab Cinderela. Kereta kuda emas segera berangkat
membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung
masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir
tertuju pada Cinderela. Mereka sangat kagum dengan kecantikan
Cinderela. "Cantiknya putrid itu! Putri dari negara mana ya ?" Tanya
mereka. Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. "Putri
yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?" katanya. "Ya…," kata
Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka
menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderela
yang berada di situ tidak menyangka kalau putrid yang cantik itu adalah
Cinderela.
Pangeran terus berdansa dengan Cinderela.
"Orang seperti andalah yang saya idamkan
selama ini," kata sang Pangeran. Karena
bahagianya, Cinderela lupa akan waktu. Jam
mulai berdentang 12 kali. "Maaf Pangeran saya
harus segera pulang..,". Cinderela menarik
tangannya dari genggaman pangeran dan
segera berlari ke luar Istana. Di tengah jalan,
sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderela tidak
memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran
mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Di tengah anak
tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran
mengambil sepatu itu. "Aku akan mencarimu," katanya bertekad dalam
hati. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh debu, ia
amat bahagia karena bisa pergi pesta.
Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumahrumah
yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk
mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang
cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. "Kami
mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini," kata para
pengawal. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki
mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke
sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderela. "Hai
kamu, cobalah sepatu ini," katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi marah,"
tidak akan cocok dengan anak ini!". Kemudian Cinderela menjulurkan
kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. "Ah! Andalah Putri itu,"
seru pengawal gembira. "Cinderela, selamat..," Cinderela menoleh ke
belakang, peri sudah berdiri di belakangnya. "Mulai sekarang hiduplah
berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.," katanya.
Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah
menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin.
"Pengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam
berdentang dua belas kali", kata sang peri. Cinderela
diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini
menjadi temannya. Sesampainya di Istana, Pangeran
menyambutnya sambil tersenyum bahagia. Akhirnya
Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia.

By : Hardyanto Mustika, Amd.Kom

Dongeng Anak ( Balas Budi Burung Bangau

Dahulu kala di suatu tempat di Jepang, hidup seorang pemuda bernama Yosaku. Kerjanya mengambil kayu bakar di gunung dan menjualnya ke kota. Uang hasil penjualan dibelikannya makanan. Terus seperti itu setiap harinya. Hingga pada suatu hari ketika ia berjalan pulang dari kota ia melihat sesuatu yang menggelepar di atas salju. Setelah di dekatinya ternyata seekor burung bangau yang terjerat diperangkap sedang meronta-ronta. Yosaku segera melepaskan  perangkat itu. Bangau itu sangat gembira, ia berputar-putar di atas kepala Yosaku beberapa kali sebelum terbang ke angkasa. Karena cuaca yang sangat dingin, sesampainya dirumah, Yosaku segera menyalakan tungku api dan menyiapkan makan malam. Saat itu terdengar suara ketukan pintu di luar rumah. Ketika pintu dibuka, tampak seorang gadis yang cantik sedang berdiri di depan pintu. Kepalanya dipenuhi dengan salju. "Masuklah, nona pasti kedinginan, silahkan hangatkan badanmu dekat tungku," ujar Yosaku. "Nona mau pergi kemana sebenarnya ?", Tanya Yosaku. "Aku bermaksud mengunjungi temanku, tetapi karena salju turun dengan lebat, aku jadi tersesat."


"Bolehkah aku menginap disini malam ini ?".
"Boleh saja Nona, tapi aku ini orang miskin, tak
punya kasur dan makanan." ,kata Yosaku. "Tidak apa-apa, aku hanya
ingin diperbolehkan menginap". Kemudian gadis itu merapikan kamarnya
dan memasak makanan yang enak.
Ketika terbangun keesokan harinya, gadis itu sudah menyiapkan nasi.
Yosaku berpikir bahwa gadis itu akan segera pergi, ia merasa kesepian.
Salju masih turun dengan lebatnya. "Tinggallah disini sampai salju reda."
Setelah lima hari berlalu salju mereda. Gadis itu
berkata kepada Yosaku, "Jadikan aku sebagai
istrimu, dan biarkan aku tinggal terus di rumah
ini." Yosaku merasa bahagia menerima
permintaan itu. "Mulai hari ini panggillah aku
Otsuru", ujar si gadis. Setelah menjadi Istri
Yosaku, Otsuru mengerjakan pekerjaan rumah
dengan sungguh-sungguh. Suatu hari, Otsuru
meminta suaminya, Yosaku, membelikannya
benang karena ia ingin menenun.
Otsuru mulai menenun. Ia berpesan kepada suaminya agar jangan sekalikali
mengintip ke dalam penyekat tempat Otsuru menenun. Setelah tiga
www.rajaebookgratis.com
rajaebookgratis.wordpress.com
www.ebookgratis.sampara.com
By : Hardyanto Mustika, Amd.Kom
hari berturut-turut menenun tanpa makan dan minum, Otsuru keluar.
Kain tenunannya sudah selesai. "Ini tenunan ayanishiki. Kalau dibawa ke
kota pasti akan terjual dengan harga mahal. Yosaku sangat senang
karena kain tenunannya dibeli orang dengan harga yang cukup mahal.
Sebelum pulang ia membeli bermacam-macam barang untuk dibawa
pulang. "Berkat kamu, aku mendapatkan uang sebanyak ini, terima kasih
istriku. Tetapi sebenarnya para saudagar di kota menginginkan kain
seperti itu lebih banyak lagi. "Baiklah akan aku buatkan", ujar Otsuru.
Kain itu selesai pada hari keempat setelah Otsuru menenun. Tetapi
tampak Otsuru tidak sehat, dan tubuhnya menjadi kurus. Otsuru meminta
suaminya untuk tidak memintanya menenun lagi.
Di kota, Sang Saudagar minta dibuatkan kain satu lagi untuk Kimono tuan
Putri. Jika tidak ada maka Yosaku akan dipenggal lehernya. Hal itu
diceritakan Yosaku pada istrinya. "Baiklah akan ku buatkan lagi, tetapi
hanya satu helai ya", kata Otsuru.
Karena cemas dengan kondisi istrinya yang
makin lemah dan kurus setiap habis menenun,
Yosaku berkeinginan melihat ke dalam ruangan
tenun. Tetapi ia sangat terkejut ketika yang
dilihatnya di dalam ruang menenun, ternyata
seekor bangau sedang mencabuti bulunya
untuk ditenun menjadi kain. Sehingga badan
bangau itu hampir gundul kehabisan bulu.
Bangau itu akhirnya sadar dirinya sedang
diperhatikan oleh Yosaku, bangau itu pun
berubah wujud kembali menjadi Otsuru.
"Akhirnya kau melihatnya juga", ujar Otsuru.
"Sebenarnya aku adalah seekor bangau yang dahulu pernah
Kau tolong", untuk membalas budi aku berubah wujud
menjadi manusia dan melakukan hal ini," ujar Otsuru.
"Berarti sudah saatnya aku berpisah denganmu", lanjut
Otsuru. "Maafkan aku, ku mohon jangan pergi," kata
Yosaku. Otsuru akhirnya berubah kembali menjadi seekor
bangau. Kemudian ia segera mengepakkan
sayapnya terba
ng keluar dari rumah ke
angkasa. Tinggallah Yosaku sendiri yang
menyesali perbuatannya.

PENDONGENG TANGSEL

Siapa di antara teman-teman yang suka membaca kisah dongeng? Dongeng merupakan salah satu jenis cerita fiksi, teman-teman. Ada lima jenis do...

kabar berita