PADA SUATU HARI

Selasa, 25 September 2018

Dongeng Anak ( CINDERELA )

Di sebuah kerajaan, ada seorang anak
perempuan yang cantik dan baik hati. Ia
tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya,
karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di
rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan
seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak
dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh
ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat
memanggilnya "Cinderela". Cinderela artinya
gadis yang kotor dan penuh dengan debu.
"Nama yang cocok buatmu !" kata mereka.
Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang
menyebarkan surat undangan pesta dari Istana. "Asyik… kita akan pergi
dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti
akan gembira", kata mereka. Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri
Cinderela mulai berdandan dengan gembira. Cinderela sangat sedih sebab
ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. "Baju
pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?",
kata kakak Cinderela.
Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderela
kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeraskerasnya
karena hatinya sangat kesal. "Aku
tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor
seperti ini, tapi aku ingin pergi.." Tidak berapa
lama terdengar sebuah suara. "Cinderela,
berhentilah menangis." Ketika Cinderela
berbalik, ia melihat seorang peri. Peri
tersenyum dengan ramah. "Cinderela bawalah
empat ekor tikus dan dua ekor kadal." Setelah
semuanya dikumpulkan Cinderela, peri membawa tikus dan kadal
tersebut ke kebun labu di halaman belakang. "Sim salabim!" sambil
menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah
menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang
sais. Yang terakhir, Cinderela berubah menjadi Putri yang cantik, dengan
memakai gaun yang sangat indah.
Karena gembiranya, Cinderela mulai menari berputar-putar dengan
sepatu kacanya seperti kupu-kupu. Peri berkata,"Cinderela, pengaruh
sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti.
Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam. "Ya Nek.
Terimakasih," jawab Cinderela. Kereta kuda emas segera berangkat
membawa Cinderela menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung
masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir
tertuju pada Cinderela. Mereka sangat kagum dengan kecantikan
Cinderela. "Cantiknya putrid itu! Putri dari negara mana ya ?" Tanya
mereka. Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderela. "Putri
yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?" katanya. "Ya…," kata
Cinderela sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka
menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderela
yang berada di situ tidak menyangka kalau putrid yang cantik itu adalah
Cinderela.
Pangeran terus berdansa dengan Cinderela.
"Orang seperti andalah yang saya idamkan
selama ini," kata sang Pangeran. Karena
bahagianya, Cinderela lupa akan waktu. Jam
mulai berdentang 12 kali. "Maaf Pangeran saya
harus segera pulang..,". Cinderela menarik
tangannya dari genggaman pangeran dan
segera berlari ke luar Istana. Di tengah jalan,
sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderela tidak
memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran
mengejar Cinderela, tetapi ia kehilangan jejak Cinderela. Di tengah anak
tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderela. Pangeran
mengambil sepatu itu. "Aku akan mencarimu," katanya bertekad dalam
hati. Meskipun Cinderela kembali menjadi gadis yang penuh debu, ia
amat bahagia karena bisa pergi pesta.
Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumahrumah
yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk
mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang
cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderela. "Kami
mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini," kata para
pengawal. Kedua kakak Cinderela mencoba sepatu tersebut, tapi kaki
mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke
sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderela. "Hai
kamu, cobalah sepatu ini," katanya. Ibu tiri Cinderela menjadi marah,"
tidak akan cocok dengan anak ini!". Kemudian Cinderela menjulurkan
kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok. "Ah! Andalah Putri itu,"
seru pengawal gembira. "Cinderela, selamat..," Cinderela menoleh ke
belakang, peri sudah berdiri di belakangnya. "Mulai sekarang hiduplah
berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.," katanya.
Begitu peri membaca mantranya, Cinderela berubah
menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin.
"Pengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam
berdentang dua belas kali", kata sang peri. Cinderela
diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini
menjadi temannya. Sesampainya di Istana, Pangeran
menyambutnya sambil tersenyum bahagia. Akhirnya
Cinderela menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia.

By : Hardyanto Mustika, Amd.Kom

Dongeng Anak ( Balas Budi Burung Bangau

Dahulu kala di suatu tempat di Jepang, hidup seorang pemuda bernama Yosaku. Kerjanya mengambil kayu bakar di gunung dan menjualnya ke kota. Uang hasil penjualan dibelikannya makanan. Terus seperti itu setiap harinya. Hingga pada suatu hari ketika ia berjalan pulang dari kota ia melihat sesuatu yang menggelepar di atas salju. Setelah di dekatinya ternyata seekor burung bangau yang terjerat diperangkap sedang meronta-ronta. Yosaku segera melepaskan  perangkat itu. Bangau itu sangat gembira, ia berputar-putar di atas kepala Yosaku beberapa kali sebelum terbang ke angkasa. Karena cuaca yang sangat dingin, sesampainya dirumah, Yosaku segera menyalakan tungku api dan menyiapkan makan malam. Saat itu terdengar suara ketukan pintu di luar rumah. Ketika pintu dibuka, tampak seorang gadis yang cantik sedang berdiri di depan pintu. Kepalanya dipenuhi dengan salju. "Masuklah, nona pasti kedinginan, silahkan hangatkan badanmu dekat tungku," ujar Yosaku. "Nona mau pergi kemana sebenarnya ?", Tanya Yosaku. "Aku bermaksud mengunjungi temanku, tetapi karena salju turun dengan lebat, aku jadi tersesat."


"Bolehkah aku menginap disini malam ini ?".
"Boleh saja Nona, tapi aku ini orang miskin, tak
punya kasur dan makanan." ,kata Yosaku. "Tidak apa-apa, aku hanya
ingin diperbolehkan menginap". Kemudian gadis itu merapikan kamarnya
dan memasak makanan yang enak.
Ketika terbangun keesokan harinya, gadis itu sudah menyiapkan nasi.
Yosaku berpikir bahwa gadis itu akan segera pergi, ia merasa kesepian.
Salju masih turun dengan lebatnya. "Tinggallah disini sampai salju reda."
Setelah lima hari berlalu salju mereda. Gadis itu
berkata kepada Yosaku, "Jadikan aku sebagai
istrimu, dan biarkan aku tinggal terus di rumah
ini." Yosaku merasa bahagia menerima
permintaan itu. "Mulai hari ini panggillah aku
Otsuru", ujar si gadis. Setelah menjadi Istri
Yosaku, Otsuru mengerjakan pekerjaan rumah
dengan sungguh-sungguh. Suatu hari, Otsuru
meminta suaminya, Yosaku, membelikannya
benang karena ia ingin menenun.
Otsuru mulai menenun. Ia berpesan kepada suaminya agar jangan sekalikali
mengintip ke dalam penyekat tempat Otsuru menenun. Setelah tiga
www.rajaebookgratis.com
rajaebookgratis.wordpress.com
www.ebookgratis.sampara.com
By : Hardyanto Mustika, Amd.Kom
hari berturut-turut menenun tanpa makan dan minum, Otsuru keluar.
Kain tenunannya sudah selesai. "Ini tenunan ayanishiki. Kalau dibawa ke
kota pasti akan terjual dengan harga mahal. Yosaku sangat senang
karena kain tenunannya dibeli orang dengan harga yang cukup mahal.
Sebelum pulang ia membeli bermacam-macam barang untuk dibawa
pulang. "Berkat kamu, aku mendapatkan uang sebanyak ini, terima kasih
istriku. Tetapi sebenarnya para saudagar di kota menginginkan kain
seperti itu lebih banyak lagi. "Baiklah akan aku buatkan", ujar Otsuru.
Kain itu selesai pada hari keempat setelah Otsuru menenun. Tetapi
tampak Otsuru tidak sehat, dan tubuhnya menjadi kurus. Otsuru meminta
suaminya untuk tidak memintanya menenun lagi.
Di kota, Sang Saudagar minta dibuatkan kain satu lagi untuk Kimono tuan
Putri. Jika tidak ada maka Yosaku akan dipenggal lehernya. Hal itu
diceritakan Yosaku pada istrinya. "Baiklah akan ku buatkan lagi, tetapi
hanya satu helai ya", kata Otsuru.
Karena cemas dengan kondisi istrinya yang
makin lemah dan kurus setiap habis menenun,
Yosaku berkeinginan melihat ke dalam ruangan
tenun. Tetapi ia sangat terkejut ketika yang
dilihatnya di dalam ruang menenun, ternyata
seekor bangau sedang mencabuti bulunya
untuk ditenun menjadi kain. Sehingga badan
bangau itu hampir gundul kehabisan bulu.
Bangau itu akhirnya sadar dirinya sedang
diperhatikan oleh Yosaku, bangau itu pun
berubah wujud kembali menjadi Otsuru.
"Akhirnya kau melihatnya juga", ujar Otsuru.
"Sebenarnya aku adalah seekor bangau yang dahulu pernah
Kau tolong", untuk membalas budi aku berubah wujud
menjadi manusia dan melakukan hal ini," ujar Otsuru.
"Berarti sudah saatnya aku berpisah denganmu", lanjut
Otsuru. "Maafkan aku, ku mohon jangan pergi," kata
Yosaku. Otsuru akhirnya berubah kembali menjadi seekor
bangau. Kemudian ia segera mengepakkan
sayapnya terba
ng keluar dari rumah ke
angkasa. Tinggallah Yosaku sendiri yang
menyesali perbuatannya.

Dongeng Anak ( Alibaba dan 40 Penyamun )

Alibaba dan 40 Penyamun

Dahulu kala, dikota Persia, hidup 2 orang bersaudara yang bernama
Kasim dan Alibaba. Alibaba adalah adik Kasim yang hidupnya miskin dan
tinggal didaerah pegunungan. Ia mengandalkan hidupnya dari penjualan
kayu bakar yang dikumpulkannya. Berbeda dengan abangnya, Kasim,
seorang yang kaya raya tetapi serakah dan tidak pernah mau memikirkan
kehidupan adiknya.
Suatu hari, ketika Alibaba pulang dari mengumpulkan
kayu bakar, ia melihat segerombol penyamun yang
berkuda. Alibaba segera bersembunyi karena takut
jika ia terlihat, ia akan dibunuh. Dari tempat
persembunyiannya, Alibaba memperhatikan para
penyamun yang sedang sibuk menurunkan harta
rampokannya dari kuda mereka. Kepala penyamun
tiba-tiba berteriak, "Alakazam ! Buka…..". Pintu gua
yang ada di depan mereka terbuka perlahan-lahan. Setelah itu mereka
segera memasukkan seluruh harta rampokan mereka. "Alakazam !
tutup… " teriak kepala penyamun, pintu gua pun tertutup.
Setelah para penyamun pergi, Alibaba
memberanikan diri keluar dari tempat
sembunyinya. Ia mendekati pintu gua tersebut
dan meniru teriakan kepala penyamun tadi.
"Alakazam! Buka….." pintu gua yang terbuat
dari batu itu terbuka. "Wah… Hebat!" teriak
Alibaba sambil terpana sebentar karena
melihat harta yang bertumpuk-tumpuk seperti
gunung. "Gunungan harta ini akan Aku ambil
sedikit, semoga aku tak miskin lagi, dan aku
akan membantu tetanggaku yang kesusahan". Setelah mengarungkan
harta dan emas tersebut, Alibaba segera pulang setelah sebelumnya
menutup pintu gua. Istri Alibaba sangat terkejut melihat barang yang
dibawa Alibaba. Alibaba kemudian bercerita pada istrinya apa yang baru
saja dialaminya. "Uang ini sangat banyak… bagaimana jika kita bagikan
kepada orang-orang yang kesusahan.." ujar istri Alibaba. Karena terlalu
banyak, uang emas tersebut tidak dapat
dihitung Alibaba dan istrinya. Akhirnya mereka
sepakat untuk meminjam kendi sebagai
timbangan uang emas kepada saudaranya,
Kasim. Istri Alibaba segera pergi meminjam
kendi kepada istri Kasim. Istri Kasim, seorang
yang pencuriga, sehingga ketika ia
memberikan kendinya, ia mengoleskan minyak
yang sangat lengket di dasar kendi.

Keesokannnya, setelah kendi dikembalikan, ternyata di dasar kendi ada
sesuatu yang berkilau. Istri Kasim segera memanggil suaminya dan
memberitahu suaminya bahwa di dasar kendi ada uang emas yang
melekat. Kasim segera pergi ke rumah Alibaba untuk menanyakan hal
tersebut. Setelah semuanya diceritakan Alibaba, Kasim segera kembali
kerumahnya untuk mempersiapkan kuda-kudanya. Ia pergi ke gua harta
dengan membawa 20 ekor keledai. Setibanya di depan gua, ia berteriak
"Alakazam ! Buka…", pintu batu gua bergerak terbuka. Kasim segera
masuk dan langsung mengarungkan emas dan harta yang ada didalam
gua sebanyak-banyaknya. Ketika ia hendak keluar, Kasim lupa mantra
untuk membuka pintu, ia berteriak apa saja dan mulai ketakutan. Tibatiba
pintu gua bergerak, Kasim merasa lega. Tapi ketika ia mau keluar,
para penyamun sudah berada di luar, mereka sama-sama terkejut. "Hei
maling! Tangkap dia, bunuh!" teriak kepala penyamun. "Tolong… saya
jangan dibunuh", mohon Kasim. Para penyamun yang kejam tidak
memberi ampun kepada Kasim. Ia segera dibunuh.
Istri Kasim yang menunggu dirumah mulai kuatir karena sudah seharian
Kasim tidak kunjung pulang. Akhirnya ia meminta bantuan Alibaba untuk
menyusul saudaranya tersebut. Alibaba segera pergi ke gua harta. Disana
ia sangat terkejut karena mendapati tubuh kakaknya sudah terpotong.
Setibanya dirumah, istri Kasim menangis sejadi-jadinya. Untuk
membantu kakak iparnya itu Alibaba memberikan sekantung uang emas
kepadanya. Istri Kasim segera berhenti menangis dan tersenyum, ia
sudah lupa akan nasib suaminya yang malang. Alibaba membawa tubuh
Kasim ke tukang sepatu untuk menjahitnya kembali seperti semula.
Setelah selesai, Alibaba memberikan upah beberapa uang emas.
Dilain tempat, di gua harta, para penyamun
terkejut, karena mayat Kasim sudah tidak ada
lagi. "Tak salah lagi, pasti ada orang lain yang
tahu tentang rahasia gua ini, ayo kita cari dan
bunuh dia!" kata sang kepala penyamun.
Merekapun mulai berkeliling pelosok kota.
Ketika bertemu dengan seorang tukang sepatu,
mereka bertanya,"Apakah akhir-akhir ini ada
orang yang kaya mendadak ?". "Akulah orang
itu, karena setelah menjahit mayat yang
terpotong, aku menjadi orang kaya". "Apa!
Mayat! Siapa yang memintamu melakukan itu?" Tanya mereka. "Tolong
antarkan kami padanya!". Setelah menerima uang dari penyamun, tukang
sepatu mengantar mereka ke rumah Alibaba. Si penyamun segera
memberi tanda silang dipintu rumah Alibaba. "Aku akan melaporkan pada
ketua, dan nanti malam kami akan datang untuk membunuhnya," kata si
penyamun. Tetangga Alibaba, Morijana yang baru pulang berbelanja
melihat dan mendengar percakapan para penyamun.

Malam harinya, Alibaba didatangi seorang
penyamun yang menyamar menjadi seorang
pedagang minyak yang kemalaman dan
memohon untuk menginap sehari dirumahnya.
Alibaba yang baik hati mempersilakan tamunya
masuk dan memperlakukannya dengan baik. Ia
tidak mengenali wajah si kepala penyamun.
Morijana, tetangga Alibaba yang sedang berada
diluar rumah, melihat dan mengenali wajah
penyamun tersebut. Ia berpikir keras
bagaimana cara untuk memberitahu Alibaba. Akhirnya ia mempunyai ide,
dengan menyamar sebagai seorang penari. Ia pergi kerumah Alibaba
untuk menari. Ketika Alibaba, istri dan tamunya sedang menonton tarian,
Morijana dengan cepat melemparkan pedang kecil yang sengaja
diselipkannya dibajunya ke dada tamu Alibaba.
Alibaba dan istrinya sangat terkejut, sebelum Alibaba bertanya, Morijana
membuka samarannya dan segera menceritakan semua yang telah dilihat
dan didengarnya. "Morijana, engkau telah menyelamatkan nyawa kami,
terima kasih". Setelah semuanya berlalu, Alibaba membagikan uang
peninggalan para penyamun kepada orang-orang miskin dan yang sangat
memerlukannya.

By : Hardyanto Mustika, Amd.Kom

Dongeng Anak ( Aladin dan Lampu Ajaib )

Aladin dan Lampu Ajaib

Dahulu kala, di kota Persia, seorang Ibu tinggal
dengan anak laki-lakinya yang bernama Aladin. Suatu hari datanglah seorang laki-laki mendekati Aladin yang sedang bermain. Kemudian laki-laki itumengakui Aladin sebagai keponakannya. Laki-laki itu mengajak Aladin pergi ke luar kota dengan seizin ibu Aladin untuk membantunya. Jalan yang ditempuh sangat jauh. Aladin mengeluh kecapaian kepada pamannya tetapi ia malah dibentak dan disuruh untuk mencari kayu
bakar, kalau tidak mau Aladin akan dibunuhnya. Aladin akhirnya sadar bahwa laki-laki itu bukan pamannya melainkan seorang penyihir. Laki-laki penyihir itu kemudian menyalakan api dengan kayu bakar dan mulai mengucapkan mantera. "Kraak…" tiba-tiba tanah menjadi berlubang seperti gua.
Dalam lubang gua itu terdapat tangga sampai ke dasarnya. "Ayo turun! Ambilkan aku lampu antik di dasar gua itu", seru si penyihir. "Tidak, aku takut turun ke sana", jawab Aladin.Penyihir itu kemudian mengeluarkan sebuahcincin dan memberikannya kepada Aladin. "Ini adalah cincin ajaib, cincin ini akan melindungimu", kata si penyihir. Akhirnya Aladin menuruni tangga itu dengan perasaan
takut. Setelah sampai di dasar ia menemukan pohon-pohon berbuah permata. Setelah buah permata dan lampu yang ada di situ dibawanya, ia segera menaiki tangga kembali. Tetapi, pintu
lubang sudah tertutup sebagian. "Cepat berikan lampunya !", seru
penyihir. "Tidak ! Lampu ini akan kuberikan setelah aku keluar", jawab
Aladin. Setelah berdebat, si penyihir menjadi tidak sabar dan akhirnya
"Brak!" pintu lubang ditutup oleh si penyihir lalu meninggalkan Aladin
terkurung di dalam lubang bawah tanah. Aladin menjadi sedih, dan duduk
termenung. "Aku lapar, Aku ingin bertemu ibu, Tuhan, tolonglah aku !",
ucap Aladin.
Aladin merapatkan kedua tangannya dan mengusap
jari-jarinya. Tiba-tiba, sekelilingnya menjadi merah
dan asap membumbung. Bersamaan dengan itu
muncul seorang raksasa. Aladin sangat ketakutan.
"Maafkan saya, karena telah mengagetkan Tuan",
saya adalah peri cincin kata raksasa itu. "Oh, kalau
begitu bawalah aku pulang kerumah." "Baik Tuan,
naiklah kepunggungku, kita akan segera pergi dari sini", ujar peri cincin. Dalam waktu singkat, Aladin sudah sampai di depan
rumahnya. "Kalau tuan memerlukan saya panggillah dengan menggosok
cincin Tuan."
Aladin menceritakan semua hal yang di alaminya kepada ibunya.
"Mengapa penyihir itu menginginkan lampu kotor ini ya ?", kata Ibu
sambil menggosok membersihkan lampu itu. "Syut !" Tiba-tiba asap
membumbung dan muncul seorang raksasa peri lampu. "Sebutkanlah
perintah Nyonya", kata si peri lampu. Aladin yang sudah pernah
mengalami hal seperti ini memberi perintah,"kami lapar, tolong siapkan
makanan untuk kami". Dalam waktu singkat peri Lampu membawa
makanan yang lezat-lezat kemudian menyuguhkannya. "Jika ada yang
diinginkan lagi, panggil saja saya dengan menggosok lampu itu", kata si
peri lampu.
Demikian hari, bulan, tahunpun berganti, Aladin hidup bahagia dengan
ibunya. Aladin sekarang sudah menjadi seorang pemuda. Suatu hari lewat
seorang Putri Raja di depan rumahnya. Ia sangat terpesona dan merasa
jatuh cinta kepada Putri Cantik itu. Aladin lalu menceritakan keinginannya
kepada ibunya untuk memperistri putri raja. "Tenang Aladin, Ibu akan
mengusahakannya". Ibu pergi ke istana raja dengan membawa permatapermata
kepunyaan Aladin. "Baginda, ini adalah hadiah untuk Baginda
dari anak laki-lakiku." Raja amat senang. "Wah..., anakmu pasti seorang
pangeran yang tampan, besok aku akan datang ke Istana kalian dengan
membawa serta putriku".
Setelah tiba di rumah Ibu segera menggosok
lampu dan meminta peri lampu untuk
membawakan sebuah istana. Aladin dan
ibunya menunggu di atas bukit. Tak lama
kemudian peri lampu datang dengan Istana
megah di punggungnya. "Tuan, ini Istananya".
Esok hari sang Raja dan putrinya datang
berkunjung ke Istana Aladin yang sangat
megah. "Maukah engkau menjadikan anakku
sebagai istrimu ?", Tanya sang Raja. Aladin
sangat gembira mendengarnya. Lalu mereka
berdua melaksanakan pesta pernikahan.
Nun jauh disana, si penyihir ternyata melihat
semua kejadian itu melalui bola kristalnya. Ia lalu
pergi ke tempat Aladin dan pura-pura menjadi
seorang penjual lampu di depan Istana Aladin. Ia
berteriak-teriak, "tukarkan lampu lama anda
dengan lampu baru !". Sang permaisuri yang
melihat lampu ajaib Aladin yang usang segera
keluar dan menukarkannya dengan lampu baru.
Segera si penyihir menggosok lampu itu dan
www.rajaebookgratis.com
rajaebookgratis.wordpress.com
www.ebookgratis.sampara.com
By : Hardyanto Mustika, Amd.Kom
memerintahkan peri lampu memboyong istana beserta isinya dan istri
Aladin ke rumahnya.
Ketika Aladin pulang dari berkeliling, ia sangat terkejut. Lalu memanggil
peri cincin dan bertanya kepadanya apa yang telah terjadi. "Kalau begitu
tolong kembalikan lagi semuanya kepadaku", seru Aladin. "Maaf Tuan,
tenaga saya tidaklah sebesar peri lampu," ujar peri cincin. "Baik kalau
begitu aku yang akan mengambilnya. Tolong Antarkan kau kesana", seru
Aladin. Sesampainya di Istana, Aladin menyelinap masuk mencari kamar
tempat sang Putri dikurung. "Penyihir itu sedang tidur karena kebanyakan
minum bir", ujar sang Putri. "Baik, jangan kuatir aku akan mengambil
kembali lampu ajaib itu, kita nanti akan menang", jawab Aladin.
Aladin mengendap mendekati penyihir yang sedang tidur. Ternyata lampu
ajaib menyembul dari kantungnya. Aladin
kemudian mengambilnya dan segera
menggosoknya. "Singkirkan penjahat ini", seru
Aladin kepada peri lampu. Penyihir terbangun,
lalu menyerang Aladin. Tetapi peri lampu
langsung membanting penyihir itu hingga
tewas. "Terima kasih peri lampu, bawalah kami
dan Istana ini kembali ke Persia". Sesampainya
di Persia Aladin hidup bahagia. Ia
mempergunakan sihir dari peri lampu untuk
membantu orang-orang miskin dan kesusahan.


By : Hardyanto Mustika, Amd.Kom

Selasa, 24 Juli 2018

Pendongeng Bintaro kak tardi

Spesial perfomance di TK ALIKLAS larangan..acara dongeng yang sangat berkesan..bahkan anak anak yang antusias dalam mendengarkan cerita..semoga pesan hari dongeng bisa menjadi bekal dalam belajar di sekolah ..semoga tontonan yang di suguhkan menjadi tuntunan yanh baik..aminnnn






Sabtu, 25 November 2017

Pelatihan guru paud

Kembali kami mengadakan ROADSHOW Pelatihan guru untuk Guru TK/PAUD.RA Dengan metode Edutaiment. Dengan metode ini anak-anak akan merasakan dunianya sambil belajar, tetap belajar walau sambil bermain.Senangkan anak, berikan kegembiran maka anak-anak akan dengan mudah menangkap pelajaran yang akan disampaikan Adapun materi yang akan di pelajari 1. Tehnik Bercerita 2. Edumagic - Cara membuat alat sulap - cara mengunakan sulap sebagai alat peraga bercerita 3. Ballooning - Tehnik membentuk ballon sebagai alat peraga - Tehnik dasar mendekor panggung/Ruangan dengan ballon 3 tema dalam 1 hari,Untuk HIMPAUDI,IGTK,IGRA Maupun Event Organizer yang ingin bekerjasama dengan kami bisa menghubungi. 08121281445 - WA.087808884513....................................................................................

PENDONGENG TANGSEL

Siapa di antara teman-teman yang suka membaca kisah dongeng? Dongeng merupakan salah satu jenis cerita fiksi, teman-teman. Ada lima jenis do...

kabar berita